Senin, 11 Desember 2017

Sejarah Islam

SEJARAH ISLAM

SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM PADA
PERIODE KLASIK [650 – 1800 M]
Harun Nasution, membagi Sejarah Perkembangan Peradaban Islam ke dalam tiga periode yaitu [1] periode klasik [650-1250 M], dibagi dalam dua masa : [a] masa kemajuan Islam I [650-100], [b] masa disintegrasi [1000 – 1250 M]. [2] Periode pertengahan [1250 – 1800], dan [3] Periode Modern [1800 M]1. Untuk periode modern akan dibicarakan pada bagian tersendiri. Periode
klasik ini dapat dibagi ke dalam dua masa, yaitu masa Kamajuan Islam I dan masa Disintegrasi.
1. Masa Kemajuan I [650 – 1000 M]
Masa ini merupakan masa ekspansi, integrasi dan keemasan Islam. Dalam hal ekspansi, sebelum Nabi Muhammad wafat di tahun 632 M, seluruh Semenanjung Arabia telah tunduk di bawak kekuasaan Islam, dan ekspansi ke daerah-daerah di luar Arabia dimulai pada zaman Khalifah pertama Abu Bakar al-Siddik2.
a. Masa Khulafa al-Rasyidin
Nabi Muhammad tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin politik umat Islam setelah beliau wafat. Tanpaknya beliau menyerahkan persoalan tersebut kepada kaum muslimin sendiri untuk menentukannya. Setelah beliau wafat dan jenazahnya belum dimakamkan, sejumlah tokoh Muhajirin dan Anshar berkumpul di balai kota Bani Sa’idah di Madinah untuk musyawarah menentukan siapa yang akan dipilih menjadi pemimpin. Musyawarah tersebut berjalan cukup “alot”, karena masing-masing pihak baik kaum Muhajirin maupun Anshar, sama-sama merasa berhak menjadi pemimpin umat Islam.
Tetapi dengan semangat ukhuwah Islamiah yang tinggi, Abu Bakar terpilih sebagai pemimpin umat Islam3. Menurut Hassan Ibrahim Hassan, bahwa semangat keagamaan Abu Bakar, mendapatkan penghargaan yang dari umat Islam4, sehingga masing-masing pihak [Muhajirin dan Anshar] dapat menerima Abu Bakar dan membaitkannya sebagai pemimpin umat Islam.
Masa Khalifah Abu Bakar [632-634 M]
Sebagai pemimpin umat Islam setelah Rasul, Abu Bakar disebut Khalifah Rasulillah [pengganti Rasul] yang dalam perkembangan selanjutnya disebut khalifah saja. Abu Bakar menjadi khalifah di tahun 632 M dan usia kepemimpinannya hanya dua tahun, karena pada tahun 634 M Abu Bakar meninggal dunia5. Masanya yang singkat itu banyak dipergunakan untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri , terutama tantangan atau sikap membangkan dari suku-suku bangsa Arab yang tidak mau tunduk pada pemerintahan Madinah
Alasan yang sangat substansial dari sikap membangkan adalah “mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Nabi Muhammad, dengan sendirinya tidak mengingat lagi dan batal, setelah Nabi wafat”. Dngan dasar ini, maka mereka kemudian mengambil sikap menentang Abu Bakar, sebagai pemimpin umat Islam. Karena sikap membangkang, menentang dan keras kepala yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan, maka Abu Bakar menyelesaikan persoalan tersebut dengan apa yang disebut Perang Riddah [perang melawan kemurtadan]. Dalam perang Riddah ini, Khalid ibn al-Walid adalah jenderal yang banyak dalam mengatasi perang tersebut7.
Setelah Abu Bakar, menyelesaikan persoalan dalam negeri, kemudian mulai mengirimkan kekuatan-kekuatan ke luar Arabia. Khalid ibn al-Walid dikirim ke Irak dan dapat menguasai al-Hirah di tahun 634 M8. Ke Syria dikirim ekspediri di bawah pimpinan tiga jenderal yaitu Amr Ibn al-Aas, Abu Ubaidah, Yazid ibn Abi Sufyan, dan Syurabbil ibn Hasanah. Sebelumnya pasukan dipimpin oleh Usamah yang masih berusia 18 tahun. Kemudian untuk memperkuat tentara ini, Khalid ibn al-Walid diperintahkan meninggalkan Irak, melalui gurun pasir yang jarang dilalui dan ia sampai ke Syria delapanbelas hari kemudian9.

1 komentar:

Touchpad

Pengertian Touchpad  –  Touchpad  juga biasa disebut  TrackPad  adalah perangkat penunjuk (pointer) yang terdiri dari permukaan khusus y...